WELCOMING YOU HOME :)

Hi Everyone welcome to my Blog that serve you slices of my life stories... WHY??? Cause when I die... at least I hope someone read my story and be inspired and amused by what I had poured in this Blogspot. We will never know when it will be our time stop ticking... But... Let us enjoy the ride.

Saturday, October 17, 2020

NEW SEASON OF LIFE (TRANSFORMATION)

Tidak terasa musim pun telah berganti dan aku pun tiba kembali di dalam ruang cakrawala yang sangat tak asing bagiku... Kesendirian dalam suatu bilik yang hanya aku dan diriku yang tahu... 

Banyak orang bilang "HOME SWEET HOME" dan memang tidak dipungkiri bahwa rumah adalah pondasi yang akan selalu menjadi tempat peraduan sejauh apapun aku melangkah. Namun mungkin dalam musim ini akan sedikit berbeda tentang sudut pandang rumah yang aku tinggali dan yang "dulu" aku singgahi. 

Sedikit menelisik hidup sedari terakhir kalinya aku mempublikasikan tulisanku... Dimulai dari Mei 2019 hingga Oktober 2020...

Mei 2019 : Menjalin sebuah hubungan baru yang dirasa akan menjadi hubungan jangka panjang yang akan tahan goncangan dan badai yang menerpa.

Juni 2019 : Memutuskan untuk "One Month Notice" ke perusahaan yang sudah sangat membantu hidup dan karir, sedikit banyak mengecewakan banyak pihak karena membuang banyak sekali talenta murni dalam hal pelatihan dan pengembangan pribadi.

Juli 2019 : Memulai hidup baru di sebuah kos-kosan kecil di Bali dengan lelaki yang sangat ia cintai dan ia bangga-banggakan sampai rela untuk mengorbankan segalanya demi mengejar cinta daripada uang dan tahta.

Agustus 2019 : Konflik demi konflik pun mulai bermunculan saat menjadi pasangan yang terlalu posesif membuat hubungan jarak dekat menjadi jauh lebih jauh daripada hubungan jarak jauh yang didekatkan dengan sebuah video call tiap harinya. Memulai hidup bertiga dalam satu kontrakan yang ternyata menjadi "penjara" tersembunyi bagi penulis. Bulan ini penulis menyadari bahwa ternyata dirinya bukanlah prioritas pasangannya dibandingkan dengan mantan pasangannya. Patah hati untuk yang pertama kalinya...

September 2019 : Memulai bekerja paruh waktu sebagai "freelance" di wedding organizer ternama di Indonesia dan mulai mengerti keinginan diri sendiri bergelut dengan sesama manusia yang bisa saling berkomunikasi dan berbagi kebahagiaan. Mulai menyukai hidup barunya di Bali.

Oktober 2019 : Pekerjaan demi pekerjaan pun mulai di lalui dan menjadi pekerja tetap di sebuah hotel ber skala nasional di Bali, memulai dari nol kembali dengan menjadi pengawas di bidang pelayanan kamar yang menyenangkan dengan banyak tugas untuk membuat penulis lupa bahwa memang ada konflik dalam hidup percintaannya.

November 2019 : Sejenak berlibur ke Thailand bersama keluarganya melepas penat dan menikmati hidupnya terbebas dari jerat konflik yang membelenggu selama beberapa bulan terakhir. Berusaha menjadi pasangan yang romantis untuk memberikan hadiah pasangannya. Sedikit yang dia tahu bahwa meninggalkan Bali beberapa hari membuat jarak yang awalnya sudah renggang semakin jauh dan hubungan yang semula hangat menjadi dingin.

Desember 2019 : Bulan kelahiran penulis yang diwarnai dengan banyak sekali memori indah sampai menyakitkan, Bahagia karena bisa bertemu dengan Tuhan Yesus menjadi seorang Kristen yang baru dan bahagia dalam bersikap dan berdoa... Namun nyatanya harus mengakhiri sebuah hubungan yang diidam-idamkan menjadi hubungan jangka panjang. Ber-status hanya sebagai kakak dan adik dan hanya bisa bertingkah sebagai sesama "alat" pemuas kebutuhan masing-masing. 9 Bulan dalam sebuah hubungan yang indah namun tetap sama tanpa tujuan.

Januari 2020 : Saatnya berlibur dengan keluarga ke Singapura dan sedikit menentramkan pikiran setelah keputusan yang berat, menikmati hari-hari saat tidak berada di Bali berjumpa dengan orang-orang kesayangan. Tak ayal pula saat kembali keadaan pun juga tetap tidak ada perubahan. Impian demi impian pecah berkeping-keping. Namun... inilah cara Tuhan untuk membentuk penulis menjadi seseorang yang lebih kuat, hanya saja penulis terlalu cuek untuk menerima bantuan dari Tuhan dalam transformasi dirinya. Corona memulai debut dan karirnya di dunia Internasional.

Februari 2020 : Mulai aktif dalam kegiatan gereja internasional di Bali yang merubah hidup penulis menjadi lebih baik dan terus lebih baik dengan banyak sekali firman Tuhannya tentang sikap bersyukur dalam segala keadaan situasi dan kondisi yang terjadi dalam hidup penulis. 

Maret 2020 : Pekerjaan yang awalnya menyenangkan pun mulai terimbas virus penuh kejutan dan akhirnya tanggal 23 menjadi hari terakhir penulis bekerja di hotel yang indah bak surga itu. Senang dan sedih bercampur menjadi satu, namun itulah awal dimana Tuhan bekerja untuk merencanakan kepulangan penulis dari Bali menuju tempat tidur yang dia duduki sekarang untuk menulis kisahnya selama setahun lebih di Bali.

April 2020 : Memulai usaha makanan demi bertahan hidup selama pandemi bersama "kakak" nya. Memulai untuk menjadi tiang pendukung dalam sebuah rumah tangga yang ternyata kosong tidak memiliki fungsi apa-apa selain sebagai objek penyalahan yang tiada guna. Tak terasa setahun sudah penulis mengenal sosok kakak yang juga merupakan mantan yang ternyata tidak pernah diakui dalam hubungan singkat itu.

Mei 2020 : Bisnis pun mulai berjalan dengan lancar dan hidup pun masih bisa dilalui dengan sedikit bahagia walau memang tiada minggu tanpa sakit hati karena ucapan yang menusuk. Berlatih untuk memaafkan hari demi hari meskipun dengan rasa yang hambar pada mulanya. Kesepian walaupun dikelilingi dengan begitu banyak keramaian.

Juni 2020 : "Baptized" dalam suatu acara yang sangat-sangat tidak terduga dan memang tidak direncanakan oleh penulis sama sekali. Namun apalah arti rencana manusia bila Tuhan sendiri yang mengkaryakan rencana indahnya. Dalam momen itu damai sejahtera dan banyak sekali doa yang mulai terjawab dalam hidup penulis. mulai bisa menerima kenyataan dalam hidup. Hidup berjalan seperti biasanya dengan pandemi yang semakin merajalela disertai dengan pundi-pundi finansial yang semakin surut tanpa tahu esok harus bagaimana. Mulai belajar untuk menurunkan ego terhadap Tuhan, mulai berserah dan terus berserah di saat senang maupun di saat air mata mulai bercucuran. Doa menjadi satu kunci keselamatan tiap malam dan tiap harinya.

Juli 2020 : "False Alarm" sempat memutuskan untuk kembali ke rumah dikarenakan mulai meluapnya amarah yang selama ini penulis tahan dengan begitu banyaknya tantangan emosional yang diberikan kepada dirinya. Akhirnya mulai sadar ternyata memang ini rencana Tuhan untuk semakin menurunkan ego penulis dan membuatnya kembali untuk memulai musim yang baru. Sayangnya penulis masih dengan ego nya bertahan karena merasa masih "sayang" terhadap hidupnya di Bali... dan terutama terhadap kakaknya yang hanya bisa memberi tangis daripada tawa.

Agustus 2020 :  Mulai tersadar akan betapa semunya hidup saat kakaknya mulai berjalan dan melangkah maju dalam pekerjaannya. Tergerak untuk merencanakan kepulangannya pada 23 September 2020 kembali ke bilik yang ia tinggali sekarang. memutus kontak dengan beberapa orang di Bali yang memang dari awal tidak ia ketahui kenapa menjalin kontak dengan mereka. Ikut berbahagia akhirnya Tuhan berikan banyak kelimpahan bagi kakak yang sangat disayangi bahkan penulis cintai. namun apalah daya manusia mencinta ketika cinta itu sama sekali tidak terbalaskan dan Tuhan pun merencanakan segala keindahan tidak dengan orang yang kita ingini namun dengan orang yang kita butuhkan (yang suatu saat nanti akan datang dan menggandeng tangan penulis menuju ikatan pernikahan).

September 2020 : Dan akhirnya bulan kepulangan penulis menuju kota "onde-onde" di Jawa Timur yang membuatnya bisa kembali tinggal bersama dengan keluarga nya dalam "pengasingan" bersifat keselamatan. Memulai musim yang benar-benar baru dengan satu garis yang menjadi daya sepi di tengah keramaian yang terjadi dalam hiruk pikuk kota kecil penghasil jajanan berisi kacang hijau dilapis kulit kenyal bertabur wijen ini. Hari-hari yang dilalui penulis menjadi sumber pokok doa yang kuat untuk terus bermimpi sambil mewujudkan usaha yang selama ini "mungkin" diingini. 

Oktober 2020 : Kehidupan di musim yang baru inipun menjadi salah satu bahagia dan sedih dengan penuh ragam variabel yang fluktuatif untuk dideskripsikan dengan kata-kata penulis. Di kala inipun penulis masih bisa bertemu dengan seorang yang mulai bisa membuat waktu yang terhenti mulai kembali berdetik. Orang yang memiliki tingkat intelektualitas tinggi dengan ragam kemampuan untuk menerima orang apa adanya namun lagi-lagi dengan tantangan yang tak jauh berbeda dengan orang-orang pendahulunya... Jarak dan Pilihan...


Begitulah rangkum hidup penulis dari bulan-bulan terakhir diterbitkannya karya penulis di Mei 2019 yang lalu hingga sekarang Oktober 2020. Banyak hal yang terjadi dan mungkin banyak sekali pengalaman yang semakin mendewasakan penulis untuk jadi pribadi yang harus selalu "down to earth" dimana ekspektasi bukan berarti harus terjadi sesuai kehendak manusia melainkan hanya Tuhan yang memberi keputusan akhir dalam hidup manusia tersebut. Kedepannya, hidup seperti apa yang akan dialami dan pencapaian apa yang akan didapat??? Hanya Tuhan yang tahu karena Beliaulah pembuat rencana keselamatan bagi tiap anak-anaknya yang sangat dia sayangi. 

Harapan yang selalu diinginkan penulis adalah : Orang selain dirinya yang mencintainya dengan tindakan dan juga dengan prioritas yang sama untuk menuju ke ranah pernikahan bukan hanya objektifikasi dan pretensi manis di awal namun pahit di akhir. Akankah hal yang dibutuhkan penulis bisa tercapai? Kembali lagi bahwa dari pihak penulis hanya bisa berusaha untuk terus berkembang dan bertumbuh dalam Kristus dan sisanya berserah kepada Tuhan yang memberikan kebutuhan penulis bukan keinginan dari penulis. 


PENUTUP

Rainbow
by : Go Darmadi Unjaya

Red eyes crying out loud
Orange marmalade sweeten the day
Yellow sunflower giving up hope of life
Green leaves as sprouts are growing 
Blue heart that end with lots of tears turning into
Pink heart that will start to  love someone again
Purple closure as the Love is by God and with God only.
Cause like Rainbow... 
Life will turn into nothingness in the end as grey ash is what left.


No comments:

Post a Comment